MyCleanReef.org – Save The Reef, The Beach, The World!

Waktu jaman kuliah dulu saya sempat menjual gelang untuk mendukung kampanye yang diadakan oleh website yang dari namanya (my clean reef) ingin mengkampanyekan terumbu karang yang bersih. Jadi waktu itu saya pesan gelang kampanyenya sebanyak 10 buah, dan niatnya saya jual ke teman-teman di kampus, tapi karena saya yang mungkin tidak pandai berniaga akhirnya gelang-gelang tersebut ke saya bagikan secara cuma-cuma ke teman-teman.

Pertama kali saya mengenal website MyCleanReef.org (entah kapan itu, lupa :grimace: ) lewat website GoBlue.or.id. Website yang mengkampanyekan ‘let’s do the right thing!‘ untuk penyelamatan terumbu karang ini diusung oleh Coca-cola dan Yayasan Reefcheck Indonesia. Cukup lama tahu website ini (walopun jarang berkunjung :grimace: ) membuat saya ingin menyampaikan beberapa hal, bisa disebut kritik dan saran lah mungkin.

Dari segi tampilan, website MyCleanReef.org menurut saya ‘bersih’. Ya, secara harfiah, bersih, lihat saja warnanya yang dominan putih, menyegarkan mata, seriously. Sayangnya, terjadi ketimpangan antara desain/tampilan bagian atas dan bawah, di mana bagian atas marak warna marak gambar, bagian bawah sepi warna sepi gambar.

Untuk navigasi, website ini sudah baik, mungkin sedikit saran dari saya adalah perlu kiranya diberikan navigasi tambahan di bagian footer untuk memberi kemudahan bagi pengunjung yang rajin membaca konten sampai ke bagian bawah.

Sementara itu, untuk konten/isi sudah sangat oke, sesuai dengan tujuan website ini sendiri untuk mengkampanyekan penyelamatan terumbu karang. Jika dilihat dari interaktivitas dan load-nya, web ini tidak menemui permasalahan (sejauh selama kunjungan saya ke website ini).

Namun, di samping kritik dan saran saya di atas, yang paling utama adalah saya sangat mendukung apa yang menjadi tujuan dari kampanye yang dilakukan oleh MyCleanReef.org. Karena menurut saya menyelamatkan terumbu karang yang secara langsung menyelamatkan pantai adalah satu langkah awal untuk menyelamatkan dunia.

Save The Reef, The Beach, The World!

MyCleanReef.org

Kontes2 = Duit2 = Save the Reef

MyCleanReef logo

MyCleanReef

Just want to share, buat anda-anda yang suka berkompetisi dan suka dapet duit dari berkompetisi, MyCleanReef.org mengadakan kompetisi/kontes yang berhadiah uang. Selain akan mendapatakan hadiah uang (kalo menang), dengan mengikuti kompetisi-kompetisi berikut berarti anda-anda sudah berperan aktif dalam upaya penyelamatan terumbu karang.

Anyway, kompetisinya apa sih?

  1. MyCleanreef Comic Strip Competition!! -> kompetisi membuat komik strip berhadiah Rp 500.000,- (dipotong pajak), due date-nya Senin, 1 Maret 2010. Info lebih lanjut silakan kunjungi http://mycleanreef.org/mycleanreef-comic-strip-competition/.
  2. Kontes Review MyCleanReef.org -> kompetisi penulisan review tentang website MyCleanReef.org berhadiah total Rp 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah) untuk 5 orang yang beruntung, due date-nya Minggu, 15 Maret 2010. Info lebih lanjut silakan kunjungi http://mycleanreef.org/kontest-review-mycleanreef-org/.

Lumayan kan hadiahnya? Ayo-ayo yang mau ikut buruan sebelum terlewat.

Masih ada cara untuk mencari uang sembari menyelamatkan terumbu karang.

Website Keren : esqief & EndahNRhesa

Haloo, siapapun kalian yang besar kemungkinan tidak sengaja mampir kesini. Mulai saat ini saya akan posting tentang website-website yang secara subjektif saya anggap keren.  Karena subjektif, jangan tanya saya kenapa website yang bersangkutan saya anggap keren, sekali keren ya keren. Dan tampaknya saya juga tidak akan membahas lebih jauh tentang si pemilik website, teknologi yg digunakan, bla bla bla.

Dan untuk edisi pertama, website keren yang saya temukan adalah:

esqief - Syaharani and The Queenfireworks

(http://www.queenfireworks.com/)

EndahNRhesa

EndahNRhesa

(http://www.endahnrhesa.com/)

Mem-Bookmark Online dengan Google

Seringkali, di sela-sela waktu bekerja (ya, saya sekarang sudah kerja :victory: ), saya menemukan halaman-halaman web yang berisi informasi-informasi bermanfaat seperti tutorial, link buat donlod, dll. Namun, karena lagi jam kerja saya jadi kurang punya waktu buat mengeksekusi (baca, praktekin, dll) isi halaman-halaman web yang saya temukan tadi. Jadi, supaya informasi-informasi tersebut gak hilang dan saya lupakan begitu saja, biasanya langsung saya simpan di flashdisk.

Kendala terjadi jika suatu saat saya lagi gak bawa flashdisk, kalo disimpen di komputer kantor (kantor? :horror: ) kadang malah saya lupa kalo naro di folder mana (saking banyaknya file dan folder yang berserakan :grimace: ). Kendala lain, untuk link-link donlod yang terletak di situs-situs donlod terkemuka (rapidshare, 4shared, idws, dll) aksesnya diblok oleh proxy kantor selama jam kerja. Solusi yang muncul adalah untuk nyimpen (mem-bookmark) halaman-halaman (link-nya) secara online, supaya di rumah bisa saya akses lagi.

Pendekatan awal yang saya lakukan adalah mem-bookmark di email, caranya, saya mengirim email ke diri sendiri yang berisi link-link tersebut. Koq, tampak bodoh ya ngirim email ke diri? :shocked:

Kemudian ada ide, bookmark di Facebook, tapi Facebook gak bisa diakses di kantor selama jam, kerja. Kalo di Twitter, susah tracking-nya.

Akhirnya, Google Bookmarks menjadi solusi. Sebenarnya ada sih situs-situs lain selain Google Bookmarks, seperti …. banyaklah pokoknya  :haha: . Intinya, Google Bookmarks menurut saya bagus buat mem-bookmark secara online, ga tau apa kelebihan kekurangannya. Yang tau ngiring kasi tau atuh… :bigsmile:

*Gambar ngerampok dari situ.

Shout Whatever We Want! Do Chaos!

Bukan, ini bukan suatu slogan, motto, atau semboyan!

Ini adalah kritik, kritik untuk siapa saja yang mau menerima ini sebagai kritik!

Suatu malam, M, seorang pemuda duapuluhtahunan, memandangi aliran perubahan terkini pada suatu situs jejaring pertemanan, dan kemudian melihat temannya membagi suatu kalimat. M merasa sedikit not feel fine melihat kalimat tersebut, tidak pantas ada di ruang publik menurutnya. Kemudian M mencoba mengingatkan temannya tersebut dengan memberikan kalimat tambahan, komentar.

Beberapa saat berlalu, teman M tadi membalas kalimat M, “i do whatever i want, none of your bussiness, clean ur mind maybe“, kira-kira begitu. M kecewa, menurutnya masih ada batasan antara ruang publik dan ruang privat. Tidak semua hal, tidak semua kalimat bisa ditumpahkan di ruang publik, menurut M.

Tampaknya M tidak menyadari bahwa semangat yang ada sekarang adalah “Do Whatever We Want, Shout Whatever We Want, Wherever, Whenever, Gak Usah Risaukan Orang Lain!”. M konservatif, menganggap hidup masih harus dengan norma-norma, sopan santun, tahu tempat, tahu waktu. Tampaknya M harus menyesuaikan dirinya, karena anggota dewan pilihan rakyat pun biasa berkata kasar di ruang publik, tanpa harus mawas dengan batasan-batasan.

Semua sudah berubah M, masih mau memegang prinsip?

~~~~~~~~~~~~~~~~***************~~~~~~~~~~~~~~~~

Gambar di atas diambil tanpa izin dari koleksi foto milik James C. C.