Prologue/P2, theme WordPress a la Twitter

tampilan website demo P2

Udah pada tau Twitter kan? Kalo belum tau langsung aja berkunjung ke webnya : twitter.com

Ternyata orang-orang kreatif di di Automattic (perusahaan tempat WordPress bernaung) bikin web (theme WordPress tepatnya) yang membuat tingkah laku tampilan suatu blog WordPress nampak seperti Twitter, dengan short status exchange-nya.

Awalnya mereka namai theme tersebut dengan nama Prologue, kemudian setelah muncul versi keduanya, mereka namai menjadi P2. Pendapat saya : cool! Ini semakin mebuktikan kepercayaan saya bahwa WordPress emang bisa dipake buat develop website bertipe apa aja, asal kita sebagai developer bisa mengolahnya dengan baik.

Berikut ini adalah link rilis Prologue dan P2

Dan ini adalah demo Prologue dan P2

Have fun!

**oiya, gambar dipinjem dari website demo-nya P2**

Saya atau Google yang Belum Paham Bahasa Indonesia?

Beberapa minggu belakangan ini saya sering banget memanfaatkan fitur penerjemah bahasa milik Google (Google Translate) buat nerjemahin materi kuliah, yang kebanyakan berbahasa Inggris, dan nerjemahin paper, jurnal, dan referensi lain yang berhubungan dengan Tugas Akhir. Fitur baru Google (yang masih Beta) ini cukup membantu saya yang ber-skill English pas-pasan ini buat nerjemahin teks yang panjang-panjang dan kalo diterjemahin secara manual (pake otak) bisa bikin bingung diri sendiri :) , walopun hasil terjemahan Google juga gak perfect-perfect banget. Nah, ditengah kesibukan nerjemahin dengan bantuan Google Translate tadi, saya iseng-iseng pengen ngeliat gimana sih kalo web ini yang diterjemahin ke bahasa Inggris dengan Google Translate (kaya webnya Pak Yanuar — dosen di kampus). Dan beginilah hasilnya saudara-saudara :

screenshot blog ini dalam bahasa Inggris

screenshot blog ini dalam bahasa Inggris

Beberapa kalimat tampak bisa dimengerti dan beberapa lainnya tampak kacau balau. Saya sempet ketawa sendiri ngeliat versi bahasa Inggris blog saya ini :D . Aneh-aneh banget jadinya, khususnya pada kalimat-kalimat yang memakai bahasa Indonesia dengan seenak udel saya (yang gak sesuai EYD).  Jadi, apakah ini disebabkan oleh saya sendiri yang gak bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar (sehingga membuat Google kacau nerjemahinnya), atau si Google Translate yang belum bisa menerjemahkan bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dengan baik dan benar?

Crop Circle Firefox

gambar dipinjem dari lug.oregonstate.org

gambar dipinjem dari lug.oregonstate.edu

Crop Circle adalah …. baca di wikipedia aja ya, males jelasin, hehe. Yang paling menarik tentang crop circle adalah isu-isu bahwa crop circle ini dibuat oleh alien. Nah, pas saya iseng surfing, nemu gambar crop circle yang berbentuk logo web browser favorit saya, Firefox.

Hmmm… apakah ini berarti bahwa para alien juga memakai firefox sebagai web browser mereka? :D Nggak deng, crop circle firefox di atas ternyata buatan manusia bumi. Maksudnya gambar di atas dibikin pake Photoshop? Ternyata nggak, crop circle pada gambar di atas dibikin di atas ladang gandum beneran oleh para anggota Linux Users Group di Oregon State University, Amerika. Kalo pengen tau gimana cara mereka bikin, silakan meluncur ke sini : http://lug.oregonstate.edu/events/firefox/crop-circle. Selain mengungkapkan kecintaan mereka terhadap firefox dengan bikin crop circle, mereka juga mempercantik sidewalk di halaman kampus mereka dengan logo firefox dan membuat satelit balon berlogo firefox.

Waw, salut buat mereka.

Membuat Situs Social Networking Sendiri

Situs Social Networking? Gak usah dijelasin kan apa sih situs Social Networking? Dah banyak ada contohnya, Friendster, Facebook, Plurk, Myspace, dan banyak lagi. Nah, sekarang gimana kalo kita mau bikin situs social networking sendiri? Awalnya saya mikir, wah ribet! Namun, sejak saya mengenal BuddyPress, mmm kayanya gak seribet yang saya pikir sebelumnya (walopun saya sendiri belum pernah nyoba bikin). Trus BuddyPress itu apaan? BuddyPress bisa bikin kita lebih gampang bikin situs social networking?

Profile saya di testbp.org

Profile saya di testbp.org

BuddyPress adalah salah satu anggota keluarga dari WordPress, keluarga lainnya ada si bbPress, WordPress MU, Gravatar.  Err, sebelumnya Continue reading

Lighttpd Sebagai Web Server Alternatif Selain Apache

Lighttpd (diucapkan dengan “lightly”) adalah sebuah web server yang didesain aman, cepat, sesuai standar, dan fleksibel untuk dioptimasikan pada speed-critical environments. Awalnya, lighttpd ditulis oleh seorang programmer Jerman bernama Jan Kneschke (yang juga bekerja untuk MYSQL). Web server yang alamat websitenya di http://lighttpd.net/ ini ditulis dalam bahasa pemrograman C. Dapat dijalankan pada sistem operasi Linux dan sistem operasi Unix-like lainnya, serta dapat pula dijalankan pada sistem operasi Windows. Lighttpd bersifat open source dan didistribusikan dengan lisensi BSD.
Lighttpd mengklaim Continue reading

blog itt!

Seperti ajakan untuk ngeblog ya “blog it!”, tapi “t”-nya kelebihan satu, yaiyalah, kan maknanya bukan itu, tapi Blog ITT. Keren juga ya k’ deniar milih nama buat website aggretor blog-blog IT Telkom-ers ini, namanya tepat dan mengena (apaan sih maksudnya?? :D ). Kebetulan udah sejak tanggal 18 kemaren tulisan-tulisan blog ini sudah mulai muncul di blog itt! yang mengagregasi mulai dari blog mahasiswa yang masih aktif di kampus, alumni, sampe blog dosen pun gak ketinggalan.

Berarti sejak tanggal 18 kemaren tulisan-tulisan gak jelas saya di blog ini udah diliat banyak orang dong (para pengunjung blog itt!). Gapapa lah, siapa tau ada yang tertarik sama tulisan-tulisan gak jelas saya :p