The “Dadadam” Song by Endank Soekamti

gambar dipinjem dari Friendster-nya Endank Soekamti

Endank Soekamti bikin lagu baru buat album terbaru mereka, judulnya “Dadadam”. Kidding! Bener mereka udah bikin lagu buat album terbaru mereka tapi belum berjudul dan berlirik. Maka kemudian kita sebagai Kamtis Family yang jago bikin lirik ditantang bikin lirik untuk kedua lagu mereka (lagunya ada dua). Ntar yang menang bakal dapet gitar dan bass custom milik Dory dan Erik Soekamti. Mau tau lagunya kaya gimana? Silakan unduh pada dua link berikut ini.

http://www.betterflyfx.com/kamti/sayembara_soekamti1.mp3
http://www.betterflyfx.com/kamti/sayembara_soekamti2.mp3

Berita bahagia ini didapat dari website resmi Endank Soekamti dan bisa juga diliat di Hai-Online.

Lets Rock Our Lyrics Kamtis!!!

Band Sinetron, Is It Wrong?

Tulisan ini terinspirasi waktu tadi saya nonton tivi sambil makan mi rebus sama pari di warung mi 24jam deket kos. Kebetulan kanal yang sedang on di tivi di warung mi tsb adalah kanal X (sebut saja begitu), kanal itu lagi nyiarin iklan program-programnya yang mostly adalah sinetron. Bukan sinetronnya yang lantas menarik perhatian saya, tapi lagu pengiring (a.k.a soundtrack) sinetronnya. Yang saya tangkap, ada 3 (tiga) judul sinetron yang dilatari oleh lagu dari band Y (sebut saja begitu), yang memang sedang banyak digandrungi oleh warga masyarakat Indonesia (kayanya sih gitu), tapi sayangnya si band Y ini bukan selera saya. Dan jadilah saya eneg ngeliat iklan-iklan sinetron yang diulang-ulang di kanal X tadi.

Salahkah band Y tadi yang 3 (tiga) lagunya jadi soundtrack di 3 (tiga) sinetron? Continue reading

Invisible by the Flower

adalah nama band yg ingin saya bentuk saat ini.

Jadi gini ceritanya, kemaren abis nonton Goodnight Electric dan ngeliat aksi Henry Foundation dengan MacBook-nya, saya jadi pengen ngeband lagi, pake laptop juga, tapi kanggoin pake MoronBook saya (laptop Compaq v3000), soalnya MacBook mahal. Ntar MoronBook saya yg jadi instrumen, OS-nya pake linux, Homogenic aja pake Ubuntu Studio, ntar saya pake OpenSuse 11 aja, soalnya saya ada reponya lengkap.

Ntar, band saya ini beraliran electronic gothic with flower influence, haha.. aliran apa lagi itu. Pengennya sih perpaduan antara musiknya Koil, Kubik, Homogenic, dan mungkin sedikit Bjork. Trus flower influence-nya? Mmmm… pengennya sih vokalisnya cewek (yg cakep, hehe), dia yg jadi flower influence-nya. Trus saya megang gitar plus sampling pake MoronBook yang saya sebutin tadi.

Hmm… indahnya menghayal….

*bikin proposal TA woi, menghayal terus!*

Am I Robot? No, I’m Just Invisible

Kemaren (Sabtu,13/12/2008) yang merupakan hari Tumpek Wayang dan odalan di Pura Wira Candra Dharma Secapa AD Bandung, dan saya gak ke sana buat sembahyang karena harus jagain lab karena ada praktikum pengganti hari libur Idul Adha (Senin, 8/15/2008) kemarin. Kenapa bikin jadwal penggantinya di hari Sabtu malam? Di saat malam minggu ceria dan saya harusnya sembahyang? Praktikannnya yang minta sih, daripada ribet nyari jadwal pengganti yang ujung-ujungnya bakal dikomplain sama praktikannya, ya udah deh saya relakan Sabtu malem saya buat jagain lab. Trus gak sembahyang? Iya, menjalankan kewajiban dengan baik termasuk ibadah agama juga kan? Tuhan pasti mengerti.

Sabtu malem kemarin kebetulan di kampus lagi ada acara musik yang merupakan closing dari rangkaian kegiatan “ITTelkom Against AIDS”. Acara ini nampilin band-band indie (C.U.T.S, Nudist Island, dll), band-band audisi, dan 3 performer utama yaitu Continue reading

…malaikat, benarkah bersayap?

aku tak yakin ini semua hanyalah fashion

karena ku rasa semua ini adalah kenyataan dalam dunia fantasi

terkadang semua kuanggap hanya hiburan ringan, untuk membuat aku lupa aku luka

sempat kukira ini pemberontakan norma, tapi saat mendengar suaramu merdu berucap

semoga kau sembuh…”, membuatku mendekati surga

dari semua yang telah terjadi, apa yang kita percaya? ajaran moral sesaat?

berharap semua murka pudar bersama senyawa mesin

sistem kepemilikanmu membuatku takut, “rasa takut adalah seni..” kau berkata padaku

sambil bernyanyi lagu hujan dan menunggu tibanya matahari kau memandangku

dan aku pun berkarat menunggu waktu yang berhenti dan merasa bahwa kesepian ini abadi

hati pun berkata “nyanyikan lagu perang!”

hmm… aku mulai tak yakin kita dapat diselamatkan, hingga hanya tinggal kita berdua

pada akhirnya dosa ini tak akan berhenti dan cinta kita terlupakan

Suaramu Merdu bagaikan Pemberontakan Norma

eits, ini bukan puisi gak jelas kaya bunga di taman :) , tulisan ini ingin mengungkapkan kegembiraan seorang Made Junes karena baru saja berhasil mengunduh lagu-lagu band yang baru saja disukainya beberapa bulan belakangan ini : KOIL. Sejauh ini saya udah berhasil mengunduh 3 lagu , 1 lagu baru “Suaramu Merdu”–dapet dari sini, 1 lagu lama (dari Myspace-nya KOIL) berjudul “Pemberontakan Norma”, trus yg terakhir lagu lawas yang judulnya “Waktu yang Berhenti” dapet dari sini. Thanks to Tentara KOIL.

Dari ketiga lagu di atas, yang paling menyentuh kalbu adalah Suaramu Merdu, kabarnya lagu ini bakal dijadiin soundtrack film Takut (gak tau ni film apaan, hehe). Berikut ini adalah lirik lagu Suaramu Merdu, sangat menyentuh…

KOIL – Suaramu Merdu

memadamkan harapan dalam kenyataan
aku yang hampa dan ingin bercerita menyedihkan
menanggung berat beban kepasrahan
dan seolah kita merasa bersama bahagia

di telingaku suaramu merdu
merenggut hati dan berlinang air mata
jatuh dalam gelap kesepian

mencintai dan memutihkan kegelapan hatiku
yang hampa dan tak berperasaan
menyanyikan senandung persembahan kematian
dan selamanya kita dengarkan

lagu lagu dan suara merdu
menyayat hati menyedihkan
di telingaku suaramu merdu
peluk diriku menakutkan

dalam hatiku lagumu syahdu dan menyedihkan
berlinang tangis selamanya dalam gelap kesepian