Website Grup Musik Saya : redtrafficband.com

Yoi, saya punya grup musik (band), namanya redtraffic!. Gimana ceritanya saya punya band? Ntar aja deh di website-nya saya ceritain, intinya ini band saya waktu SMA, dan sekarang saya bersama pemain drum-nya ingin membangun kembali band ini dan mulai menulis lagu. Oiya, website-nya sendiri masih belum beres dibangun dan gambar di atas adalah screenshot-nya.

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat bilang di status Twitter saya : “bondan prakoso pernah bilang ‘hidup berawal dari mimpi’” dan hari ini 1 mimpi saya tercapai. Lebih kurang gitu deh. Nah, apa sih mimpi saya itu? Mimpi yang tercapai itu adalah sekarang saya punya gitar Telecaster, bikin di luthier lokal di Bandung dengan harga cukup terjangkau. Dengan tercapainya 1 mimpi ini semoga membuat saya tambah semangat mengejar mimpi-mimpi yang lain. Semangat!!!

Doakan saya yaaa…

Jika Superman is Dead bersama Shaggy Dog


gambar dipinjem dari website SID dan SD

Temen-temen outSIDer pasti udah pada tau kan kalo band kesayangan kita (kita?) udah merilis album terbaru mereka yang bertajuk Angels and The Outsiders. Udah pada tau juga kan singelnya yang bertajuk Kuat Kita Bersinar yang (katanya) udah sering berkeliaran di MTV. Yes, that’s right, pahlawan kita telah turun gunung (?) untuk menegakkan kembali Bhineka Tunggal Ika di negara (yang menurut KOIL) b*s*k ini. Continue reading

CD Recto Verso dengan Tanda Tangan Dee pada Sampulnya

Mereka berkata selera musik saya gak jelas. Kadang dengerin Seringai meraung-raung, kadang Koil yang jadi pilihan, dan HellGods, dan Betrayer (formasi lama), kadang Superman is Dead dan The Living End, kadang Green Day, Blink 182, Rancid, dan Endank Soekamti, di lain waktu Souljah, Shaggy Dog, No Doubt dan 311 meramaikan playlist saya yang sering juga ditongkrongi oleh Goodnight Electric, The Upstairs, Naif serta terkadang Efek Rumah Kaca ikut berpartisipasi. Di lain waktu malah Audy dan Mocca yang bernyanyi. Dan yang paling mutakhir, hari ini, Dee dengan 11 lagu di album Recto Verso-nya yang sibuk bernyanyi di playlist Amarok saya. Continue reading

Antara Kenyataan, Dunia Fantasi, dan Ahmad Dhani

gambar dipinjem dari koilkarat.multiply.com

Ya, tulisan ini akan sedikit membahas pendapat saya tentang kolaborasi antara Koil dengan The Rock (Ahmad Dhani) di lagu Kenyataan Dalam Dunia Fantasi. Kata temen lagu ini sering keliatan di MTV, tapi saya sendiri belum pernah liat di tivi, paling liatnya di yutub, dan itu pun baru beberapa saat yang lalu, hehe. Mmm.. saya bukan mau jadi orang yang sok tau dengan sok berkomentar bahwa si Dhani itu begini lah, begitu lah, karena saya sendiri gak suka dan gak benci sama Dhani, dia itu biasa aja, tapi kata kang Otong semalem, Dhani tu orangnya baik, ya begitulah menurut Otong.

So, apa pendapat saya? Continue reading

Hiburan Ringan Sebelum Tidur Semalem

Semalem, sebelum memutuskan untuk memejamkan mata untuk kemudian tidur, saya sempat memindahkan kanal televisi ke salah satu kanal televisi swasta (okay, it’s RCTI), dan saat itu ternyata sedang ada acara musik yang nampilin Letto. Letto, sebuah band yang cukup keren buat saya, walopun saya gak mengkoleksi karya mereka, saya suka tampilan live mereka, walopun lagi saya cuma pernah nonton live mereka di televisi.

gambar dipinjem dari website Letto : www.lettolink.com

gambar dipinjem dari website Letto : www.lettolink.com

Kebetulan acara musik tadi sudah pada penghujungnya, dan saya pun hanya dapet menikmati 2 lagu mereka. Lagu terakhir yang mereka bawakan yang kalo gak salah judulnya “Sampai Nanti, Sampai Mati” dari album mereka “Truth, Cry, & Lie” (kalo gak salah lagi nih, hehe). Saya suka banget aransemen lagu ini semalem, aransemen dengan gitar berefek suara sitar, mengingatkan saya pada lagu Govinda milik Kula Shaker. Pada lagu terakhir ini, Noe, sang vokalis Letto, mengajak 3 vokalis untuk bernyanyi bersama, mereka adalah Candil (yang baru saja sign off dari Seurieus), Duta “Sheila on 7″, dan vokalis band gak penting (no offense yak buat yang suka band gak penting ini, saya gak suka sih, hehe).

Lagu “Sampai Nanti, Sampai Mati” yang emang aslinya bagus, ditambah aransemen versi sitar jadi makin bagus dan enerjik, ditambah Duta dan Candil jadi makin bagus dan variatif (walopun kang Candil pake acara lupa lirik segala xp), tapi sayangnya gara-gara ada vokalis band gak penting tadi mata saya jadi sedikit terganggu, jadi dianggap gak ada aja deh si vokalis band gak penting itu (sekali lagi maap buat yang suka band gak penting ini v^_^). Ada yang mau ngundang Letto buat manggung di ITTelkom? Saya pasti beli deh tiketnya asal jangan kemahalan :) .