Me on MySpace

Sempat bosen sama situs2 sosial networking, karena (menurut saya) gak jelas juntrungannya, akhirnya saya sekarang join di MySpace. Kenapa MySpace? Padahal, temen-temen lagi getol-getolnya ber-FaceBook ria, saya lebih memilih MySpace karena lebih saya rasain manfaatnya, yaaa itu… streaming lagu-lagu band-band yg saya sukai. Siapa tau suatu saat nanti saya bisa naro lagu-lagu band saya di MySpace juga (kaya punya band aja, hehe).

So, yang mau meng-add saya di MySpace ngiring (silakan) meluncur ke MySpace.com/MoronCoder

Am I Robot? No, I’m Just Invisible

Kemaren (Sabtu,13/12/2008) yang merupakan hari Tumpek Wayang dan odalan di Pura Wira Candra Dharma Secapa AD Bandung, dan saya gak ke sana buat sembahyang karena harus jagain lab karena ada praktikum pengganti hari libur Idul Adha (Senin, 8/15/2008) kemarin. Kenapa bikin jadwal penggantinya di hari Sabtu malam? Di saat malam minggu ceria dan saya harusnya sembahyang? Praktikannnya yang minta sih, daripada ribet nyari jadwal pengganti yang ujung-ujungnya bakal dikomplain sama praktikannya, ya udah deh saya relakan Sabtu malem saya buat jagain lab. Trus gak sembahyang? Iya, menjalankan kewajiban dengan baik termasuk ibadah agama juga kan? Tuhan pasti mengerti.

Sabtu malem kemarin kebetulan di kampus lagi ada acara musik yang merupakan closing dari rangkaian kegiatan “ITTelkom Against AIDS”. Acara ini nampilin band-band indie (C.U.T.S, Nudist Island, dll), band-band audisi, dan 3 performer utama yaitu Continue reading

…malaikat, benarkah bersayap?

aku tak yakin ini semua hanyalah fashion

karena ku rasa semua ini adalah kenyataan dalam dunia fantasi

terkadang semua kuanggap hanya hiburan ringan, untuk membuat aku lupa aku luka

sempat kukira ini pemberontakan norma, tapi saat mendengar suaramu merdu berucap

semoga kau sembuh…”, membuatku mendekati surga

dari semua yang telah terjadi, apa yang kita percaya? ajaran moral sesaat?

berharap semua murka pudar bersama senyawa mesin

sistem kepemilikanmu membuatku takut, “rasa takut adalah seni..” kau berkata padaku

sambil bernyanyi lagu hujan dan menunggu tibanya matahari kau memandangku

dan aku pun berkarat menunggu waktu yang berhenti dan merasa bahwa kesepian ini abadi

hati pun berkata “nyanyikan lagu perang!”

hmm… aku mulai tak yakin kita dapat diselamatkan, hingga hanya tinggal kita berdua

pada akhirnya dosa ini tak akan berhenti dan cinta kita terlupakan